![]() |
Azwar Boerhan
|
BENGKULU - Ambrolnya
jalan lintas barat (Jalinbar) Desa Serangai Kecamatan Batik Nau,
Kabupaten Bengkulu Utara (BU) yang terjadi kemarin (9/12), segera
diatasi. Putusnya Jalinbar ini tidak sempat memacetkan arus tranportasi,
karena telah dibangun jalan alternatif. Ini diungkapkan Kepala Dinas
Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu Ir. Azwar Boerhan, M.Eng, kepada
RB kemarin (9/12).
Dijelaskan Azwar, Direktorat Jendral
Bina Marga sudah sejak lama sekitar 20 tahun lalu, sudah mengantisipasi
ruas jalan Bintunan–Ketahun yang terancam abrasi terus menerus.
Kejadian ambrolnya ruas jalan
Bintunan-Ketahun ini sudah sering terjadi. Bahkan pernah ambrol 40
meter. Karena itu, Direktorat Bina Marga sudah membangun jalan nasional
paralel, yakni ruas jalan Bintunan – Batik Nau di Ketahun.
‘’Meski demikian ruas jalan
Bintunan-Serangai-Urai Ketahun tetap kita pelihara. Jadi walaupun putus,
jalur Linbar masih ada jalur alternatif. Sementara untuk ruas jalan
yang kini kondisinya putus, sudah kita informasikan ke Balai Jalan
Nasional, dan segera ditanggulangi,’’ jelas Azwar Boerhan.
Masih menurut Azawar, kalau Provinsi
Bengkulu ini tidak dibantu pengamanan abrasi, maka luas Provinsi
Bengkulu akan tambah mengecil. Juga akan menghadapi degradasi luas,
termasuk luas hutan dan luas hutan bakau akan berkurang.
‘’Jadi bukan jalan saja yang akan
terancam. Tapi hutan bakau, hutan lindung, perumahan masyarakat dan
pantai pun akan terancam. Karena itu perhatian pemerintah pusat dalam
hal ini Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Sumber Daya Air, Balai
Sungai dan Rawa Pantai berusaha membangun daerah-daerah atau lokasi yang
rawan abrasi,’’ demikian Azwar Boerhan.(all)