Senin, 30 Juni 2014

Senin, Juni 30, 2014
ARGA MAKMUR – Febriandani (25) warga Dusun Suko Mulyo, Desa Karang Suci, Arga Makmur Bengkulu Utara (BU), harus tewas di tangan adik kandungnya sendiri Bobby Irawan (22), tadi malam (27/6) pukul 18.48 WIB. Ia tewas mengenaskan dengan satu tombakan di tengah dadanya yang menembus jantung.

Duel maut saudara kandung itu berlangsung di teras rumah saat sang bapak Anton Hadi tengah salat di Masjid. Sedangkan di rumah hanya ada ibunya sendiri yang tidak bisa melerai kejadian yang menewaskan anaknya tersebut.

Korban tewas setelah ditusuk sang adik dengan tombak yang biasa digunakan keluarga tersebut untuk membunuh babi. Tombak dengan panjang sekitar 1 meter dan memiliki bilah pisau sepanjang 30 cm itu dihujamkan Iwan sapaan Bobby Irawan ke dada sang kakak hingga korban terkapar bersimbah darah.

Mendapati kakaknya terkapar dengan dada masih tertancap tombak, pelaku memilih kabur. Saat itu, sang ibu keluar rumah berteriak histeris mencabut tombak tersebut dari dada anaknya.

Korban sempat dilarikan ke RSUD  Arga MAkmur, sayangnya nyawa bapak satu anak ini tak bisa diselamatkan. Diduga dia tewas merenggang nyawa di TKP teras rumahnya. Sementara, hingga berita ini diturunkan pelaku masih dalam pengejaran polisi.

Korban Pegang Senapan Angin

Diduga pembunuhan ini lantaran kedua kakak beradik ini terlibat pertengkaran lalu berkelahi. Korban diduga memegang senapan angin yang larasnya sudah diarahkan ke sang adik. Hanya saja, naas bagi korban tombak yang dipegang sang adik lebih dulu menancap menembus jantungnya.

Kepala Dusun III Desa Karang Suci, Hawiram mengakui antara korban dan Iwan sebelum pembunuhan itu terlibat pertengkaran. Hal ini diketahuinya saat bersama berangkat ke masjid dengan Anton ayah keduanya, Anton yang keluar dari pintu rumah berbicara agar keduanya jangan lagi bertengkar. “Saya dengar bapaknya (Anton, red) ngomong, Sudahlah kalian berdua ini bertengkar terus,” kata Hawiram.

Saat itu, Anton tidak mengungkapkan apa alasan kedua putranya bertengkar. Namun saat itu ia melihat jika korban duduk di samping pintu rumah dekat kaca sedangkan, Iwan duduk di sisi rumah lainnya yang hanya berjarak sekira 3 meter.

“Waktu itu memang sepertinya bertengkar, tapi belum berkelahi. Apa sebabnya tidak ada yang tahu, saya tahu saat warga mendatangi masjid mengabari bapaknya, lalu kami datang sama-sama ke sini (TKP, red),” terang Hawiram.

Saat ditemukan pertama kali, selain tubuh yang bersimbah darah, di samping korban juga ditemukan senapan angin yang diduga digunakan korban untuk membidik adiknya. Sayangnya, ibu korban yang nampak sangat shok belum bisa ditanyai warga bahkan berulang kali pingsan mengingat kejadian tersebut.

“Sekarang senapan angin dan tombaknya sudah dibawa polisi. Barang itu memang milik keluarga ini dan digunakan untuk berburu,” kata Hawiram.

Sementara Budi Ketua RT 7 menuturkan jika korban memang warga setempat, meskipun ia sudah berkeluarga dan beranak satu. Istri dan anaknya tinggal di Kota Bengkulu. Bahkan, informasinya antara korban dan istrinya akan berpisah.

“Anaknya sudah satu, tapi tinggal di Bengkulu. Selama ini memang kami tidak tahu jelas bagaimana hubungan kakak adik ini,” kata Budi.

Sehari-hari keduanya selain berkebun juga bekerja sebagai buruh bangunan. Bahkan, saat kejadian keduanya dikabarkan baru saja lepas bekerja dan langsung terlibat selisih paham. “Yang tewas itu yang paling tua, pelakunya yang nomor dua, ada dua lagi adik keduanya,” terang Arif.

Ia juga menegaskan jika saat warga datang tombak sudah tergeletak di lantai. Diduga ibunya mencabut tombak yang menembus anaknya tersebut lantaran sang anak terkapar dalam posisi miring dan tombak yang tembus ke belakang tubuhnya.  “Waktu warga datang, Iwan (Pelaku, red) sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

Data terhimpun RB, usai melakukan aksi pembunuhan, pelaku kabur ke arah jalan besar. Saat itu, warga juga mulai berdatangan dan sempat melihat Iwan, namun warga tidak menyangka jika dialah yang tega membunuh kakak kandungnya sendiri.

Warga berdatangan setelah mendengar teriakan ibu korban yang ketika terlihat warga sudah duduk memeluk korban. Saat itu korban sudah tidak lagi bergerak dengan dada terus mengeluarkan darah.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ahmad Tarmizi, SH menuturkan polisi masih memburu adik korban yang berdasarkan keterangan ibunya sebagai pelaku pembunuhan. Namun polisi belum mengetahui motif jelas pembunuhan lantaran ibu maupun bapak korban masih tertutup dan berduka atas kejadian tersebut.       “Kita fokuskan untuk mencari pelaku berdasarkan keterangan saksi-saksi. Karena kita sinyalir pelaku masih di dalam Kota Arga Makmur. Kemungkinan ia kabur lantaran panik dan kita harapkan bisa menyerahkan diri ke Mapolres,” pungkasnya.(qia)

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar