Sabtu, 16 November 2013

Sabtu, November 16, 2013
Jembatan Lubuk Lesung, Lais yang ambles di bagian pangkalnya sudah diperbaiki, namun belum permanen. Kendaraan harus melintas bergantian dengan berat tak lebih 10 ton. SHANDY/RB
LAIS – Meski sudah dibuat jembatan darurat, lokasi jalan lintas barat Kecamatan Lais tepatnya di jebatan Desa Lubuk Lesung Bengkulu Utara (BU) masih macet di saat tertentu terutama pagi dan sore hari. Hal ini lantaran jembatan yang dibuat satu jalur dan kendaraan dialarang mengatre di atas jembatan.
 Namun, semua kendaraan sejak kemarin (13/11) sudah bisa melintas kecuali truk yang diperkirakan bermuatan di atas 10 ton. Seperti truk angkutan batubara dan batu gajah yang memang menggunakan jalan tersebut.

Warga dan polisi bekerjasama melakukan pengaturan lalu lintas dan meminta pengemudi terutama dari arah Ketahun ke arah Kota Bengkulu untuk tidak mengantre di atas jembatan. Maklum, jembatan besar yang memang memang tidak lagi menyatu dengan pangkal jembatan dikhawatirkan bisa roboh jika terdapat banyak beban di atasnya.

Khundori warga setempat menerangkan kemacetan pagi dan sore ini lantaran banyaknya truk-truk besar dan anak sekolah yang melintas tiap pagi dan sorenya. Warga melarang truk-truk berat untuk melintas lantaran saat melintas bagian jembatan darurat selebar 2,5 M dengan tumpukan batu pecah dan besi ini nampak bergeser setiap di lintasi truk berat.

“Kita khawatir jika jembatan ini sampai patah dan langsung terjun ke bawah jembatan. Makanya kita minta truk-truk untuk mengurangi muatannya lebih dulu daripada jatuh korban,” terangnya.

Warga juga terpaksa menjaga lokasi jalan tersebut pada malam hari lantaran sangat minim penerangan, dikhawatirkan pengemudi yang tidak tahu lokasi rawan longsor justru melaju dan akhirnya tercebur ke laut.

“Jalan ini sepintas sepertinya tidak ada masalah karena semuanya masih beraspal. Tapi dibawahnya tidak ada legi penahan karena tanahnya sudah ambles semuanya,” terang Khusdori.

Bupati Minta Bantuan ke BNPB

Disisi lain, Bupati Bengkulu Utara (BU) kemarin memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk turun menginventarisir kerugian daerah atas bencana alam banjir bandang Senin lalu. Terutama kerusakan infrastruktur seperti jembatan irigasi dan 1.000 haktare lebih sawah yang teredam dan dipastikan gagal panen. “Saya minta hari ini juga (kemarin,red) BPBD melaporkan jumlah kerugian tersebut,” terang Imron.

Imron akan melaporkan kerugian tersebut ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus kementerian terkait dan mengharapkan adanya bantuan. Pasalnya, bencanan ini hampir merata menimpa masyarakat BU terutama Kecamatan Kota Arga Makmur dan Lais. “Ini akan kita segera laporkan, jadi kita inventaris apa saja kerugiannya dan masing-masing bidang yang menanganinya,” ujar Imron.

Diakuinya banjir bandang Senin lalu adalah banjir terbesar yang dialami BU dalam 10 tahun terakhir. Apalagi banjir tersebut mengakibatkan 1.000 lebih sawah masyarakat teredam yang berarti BU kehilangan 2.500 ton beras di musim tanam terakhir tahun 2013 ini.

“Kita akan mencari solusinya, termasuk sawah-sawah warga yang saat ini rusak akibat banjir. Ini adalah musibah yang bukan hanya menimpa pemilik sawah tapi juga masyarakat BU secara menyeluruh,” demikian Imron.(qia)

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar