![]() |
| Antrean panjang kendaraan tak dapat melintas akibat putusnya jalinbar.SHANDY/RB |
ARGA MAKMUR – Hujan deras yang
mengguyur sejumlah daerah di Provinsi, Senin (11/11) mengakibatkan bencana di
Bengkulu Utara dan Lebong. Di Kabupaten Lebong, luapan Sungai Amen tak hanya
menimbulkan puluhan rumah terendam banjir, tapi juga mengakibatkan jembatan
penghubung Termina Muara Aman Kelurahan Amen Kecamatan Amen dan Desa Talang Ulu
Kecamatan Lebong Utara, ambruk dan terputus.
Dari Bengkulu Utara dilaporkan, jembatan di Jalan
Lintas Barat (Jalinbar) tepatnya di Desa
Lubuk Lesung Kecamatan Lais Bengkulu Utara (BU) tadi malam sudah ditutup untuk
kendaraan truk bermuatan dan bus. Akibat banjir, tanah dibawah aspal pangkal
lantai jembatan sudah ambles terbawa arus sehingga hanya menyisakan bagian
aspal.
Jalan diperkirakan akan benar-benar putus
lantaran sudah tidak ada lagi penahanan aspal yang menghubungkan antara jembatan
penghubung sungai dengan tanah. Jika ini terjadi, jalinbar yang menghubungkan
BU – Mukomuko akan putus total, maklum tak ada jalur penghubung lain yang bisa
dilalui pengendara.
Ini berarti satu-satunya jalan menuju Mukomuko
atau Sumbar harus melalui Kabupaten Lebong dan memasuki wilayah Ketahun BU dan
kembali ke ibukota Kecamatan Ketahun. Itupun memakam waktu setidaknya 7 sampai
8 jam.
Sementara itu hingga pukul 22.00 WIB tadi malam,
antrean truk terutama pengangkut Crude Palm Oil (CPO) dari arah Mukomuko
dan truk-truk muatan lainnya dari arah Bengkulu tertahan tak bisa melintas.
Bahkan sebagian dari mereka terpaksa berbalik arah lantaran tak memungkinkan
untuk melintas.
Tadi malam antrean kendaraan yang melintas setidaknya 1 KM dari dua arah.
Selain lantaran kendaraan yang berbalik arah, kendaraan harus melintas satu
persatu dengan arahan warga setempat.
Bagian tanah bawah aspal yang tergerus sekitar 1.5 M hingga pangkal jembatan.
Kini dibawah jalan yang tergerus sudah menjadi arus sungai. Yang dikhawatirkan
masyarakat dan Polisi yang berjaga, jika kendaraan melintas langsung tenggelam
ke arus sungai lais.
Dilokasi, Ketua DPRD BU Buyung Satria, SH yang turun ke lokasi sempat
berkoordinasi dengaan aparat TNI/Polri untuk melakukan penutupan jalan. Ia
yakin jika kondisi jalan yang hanya menyisakan bagian aspal tidak akan mampu
menahan bobot kendaraan terus-menerus dan dikhawatirkan ada korban jiwa.
“Jalan ini harus ditutup, cepat atau lambat pasti ambles dan putus. Yang kita
hindari adalah jatuhnya korban,” ujar Buyung berkoordinasi dengan TNI
yang berjaga.(qia)
Sumber : Rakyat Bengkulu
The Comment : Waduh, nggak bisa pulang Nih! Ada jalur alternatif yang lebih dekat daripada memutar via Lebong. Gunakan Jalur Lais - Arga Makmur - Unit 9 - Ketahun
