Rabu, 13 November 2013

Rabu, November 13, 2013
ARGA MAKMUR – Ada yang menarik dari pengumpulan mahasiswa penerima beasiswa Perguruan Tinggi dari Pemda Bengkulu Utara di Universitas Ratu Samban (Unras) Kemarin. Kadis Dikbud Haryadi, S.Pd, MM yang juga koordinator beasiswa meminta 50 penerima beasiswa dan sekaligus walinya untuk tidak berkhianat dengan Pemda dan Bupati BU Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, MM, M.Si.

Beberapa peserta termasuk wali banyak mengartikan ungkapan Haryadi tersebut terkait rencana Bupati Imron yang akan maju dalam Pilgub 2015 mendatang. Dengan kata lain, wali dan mahasiswa penerima beasiswa diminta untuk memantapkan dukungan pada Imron jika maju dalam Pilgub.

“Kita sudah diperjuangkan dengan berbagai cara oleh Pak Bupati untuk memajukan pendidikan masyarakat, salah satunya dengan beasiswa ini. Sekarang tinggal kita yang tidak boleh berkhianat pada Pak Imron,” ujar Haryadi.

Namun Haryadi membantah kata-katanya itu salah satu cara untuk menggalang kekuatan dukungan pada Imron dalam Pilgub mendatang. Menurutnya kata berkhianat yang dia sampaikan bermaksud meminta mahasiswa penerima beasiswa bersungguh-sungguh menuntaskan kuliah selama 4 tahun. “Termasuk orangtuanya juga jangan berkhianat, dalam arti harus mendukung kuliah anaknya dan terus memotivasi,” ujar Haryadi mengelak.

Pemda hanya menanggung biaya kuliah selama 4 tahun bagi 50 mahasiswa periode 2013 ini. Jika mereka belum tamat selama 4 tahun, maka hal pemda akan memutuskan pembayaran beasiswa. “Kami juga memberi jatah hidup Rp 200 ribu per bualan. Nominal dana yang dikucurkan pemda ini tidak sedikit, kami harap mahasiswa penerima beasiswa serius menjalani kuliah,” tukas Haryadi.(qia)

Sumber : Rakyat Bengkulu

The Comment : Masih banyak orang-orang yang serba kesusahan dalam menempuh pendidikan. Manfaatkan semua potensi yang ada, jika sudah diberi amanah jangan sampai berkhianat 
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar