ARGA MAKMUR –
Ada yang menarik dari pengumpulan mahasiswa penerima beasiswa Perguruan
Tinggi dari Pemda Bengkulu Utara di Universitas Ratu Samban (Unras)
Kemarin. Kadis Dikbud Haryadi, S.Pd, MM yang juga koordinator beasiswa
meminta 50 penerima beasiswa dan sekaligus walinya untuk tidak
berkhianat dengan Pemda dan Bupati BU Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, MM,
M.Si.
Beberapa peserta termasuk wali banyak
mengartikan ungkapan Haryadi tersebut terkait rencana Bupati Imron yang
akan maju dalam Pilgub 2015 mendatang. Dengan kata lain, wali dan
mahasiswa penerima beasiswa diminta untuk memantapkan dukungan pada
Imron jika maju dalam Pilgub.
“Kita sudah diperjuangkan dengan
berbagai cara oleh Pak Bupati untuk memajukan pendidikan masyarakat,
salah satunya dengan beasiswa ini. Sekarang tinggal kita yang tidak
boleh berkhianat pada Pak Imron,” ujar Haryadi.
Namun Haryadi membantah kata-katanya itu
salah satu cara untuk menggalang kekuatan dukungan pada Imron dalam
Pilgub mendatang. Menurutnya kata berkhianat yang dia sampaikan
bermaksud meminta mahasiswa penerima beasiswa bersungguh-sungguh
menuntaskan kuliah selama 4 tahun. “Termasuk orangtuanya juga jangan
berkhianat, dalam arti harus mendukung kuliah anaknya dan terus
memotivasi,” ujar Haryadi mengelak.
Pemda hanya menanggung biaya kuliah
selama 4 tahun bagi 50 mahasiswa periode 2013 ini. Jika mereka belum
tamat selama 4 tahun, maka hal pemda akan memutuskan pembayaran
beasiswa. “Kami juga memberi jatah hidup Rp 200 ribu per bualan. Nominal
dana yang dikucurkan pemda ini tidak sedikit, kami harap mahasiswa
penerima beasiswa serius menjalani kuliah,” tukas Haryadi.(qia)
Sumber : Rakyat Bengkulu
The Comment : Masih banyak orang-orang yang serba kesusahan dalam menempuh pendidikan. Manfaatkan semua potensi yang ada, jika sudah diberi amanah jangan sampai berkhianat
