Senin, 03 Maret 2014

Senin, Maret 03, 2014
1
LAIS – Pergaulan bebas (free sex), seakan menjadi trend kalangan remaja kita saat ini. Bahkan pelajar SMP sudah berani berhubungan intim, berujung hamil diluar nikah. Sebagaimana dialami Mawar (14) – nama samaran — siswi kelas 2 SMP Negeri di Kecamatan Air Padang, Bengkulu Utara (BU), saat ini berbadan dua. Dia hamil 5 bulan lantaran berhubungan intim lebih 5 kali dengan seorang mahasiswa PTS di Argamakmur, Er (22) warga Desa Kalbang Kecamatan Lais.

Terungkapnya perbuatan terlarang itu setelah korban dipaksa minum pil untuk menggugurkan kandungannya oleh sang pacar. Keluarga korban tak terima perbuatan tersebut melaporkan Er ke Polsek Lais, atas tuduhan perbuatan cabul mengingat usia korban yang masih bawah umur. Alhasil, Kamis (27/2) atau beberapa saat usai menerima laporan itu, Polsek Lais langsung bergerak menangkap Er di kediamannya, sekitar pukul 23.00 WIB.

Pemeriksaan intensif dilakukan polisi terhadap Er menguatkan indikasi perbuatan cabul serta pemaksaan terhadap Mawar untuk menggugurkan kandungannya. Alhasil, kemarin Er resmi ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap anak bawah umur sebagaimana pasal 82 UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Er pun harus mendekam dalam penjara Polsek Lais.

 Data terhimpun RB sebagaimana laporan di Polsek Lais, korban mengaku hubungan intim itu kerap dilakukan di salah satu perkebunan kelapa sawit tak jauh dari rumah korban. Juga pernah melakukan perbuatan zina tersebut di salah satu rumah kos milik rekan Er di Kota Arga Makmur. Er tak membantah hal itu, menyebutkan tak ada tindak kekerasan atau pemaksaan terhadap Mawar, hubungan intim terjadi atas dasar suka sama suka.

‘’Kita memang tak menjerat tersangka atas tuduhan perkosaan, tetapi pencabulan. Kenapa dikatakan perbuatan cabul padahal hubungan intim itu terjadi atas dasar suka sama suka, lebih dikarenakan usia sang perempuan masih dikategorikan bawah umur atau anak-anak sehingga pelaku yang usia dewasa dijerat UU Perlindungan Anak. Apalagi ada laporan dari orangtua perempuan (Mawar,red),’’ terang Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ahmad Tarmizi, SH melalui Kapolsek Lais Iptu. R Girsang.

Polisi juga sudah mendapatkan hasil visum Mawar, hasilnya positif hamil. ‘’Er dan Mawar baru saling kenal September 2013, dan berpacaran. Mawar termakan bujuk rayuan Er, hingga ia menyerahkan kegadisannya. Apalagi Er mengatakan, hubungan badan itu tak sampai membuat korban hamil,’’ujar Kapolsek.

Dipaksa Gugurkan Kandungan

Ditutukan Mawar, ia diketahui hamil oleh keluarganya bermula Selasa (25/1) ia dipaksa oleh Er menenggak dua butir obat untuk menggugurkan kandungan. Lantaran mengalami perih dan panas di perutnya, korban meminta diantarkan pulang dan menangis berlarian menuju ke rumah.

“Saya memang tidak pernah diantar sampai ke rumah, jadi karena perut saya perih dan panas makanya saya menangis, dilihat oleh bapak. Saya ditanya oleh bapak apa yang terjadi, akhirnya saya ceritakan perbuatan Er itu,” kata Mawar.

Sebelum diminta menenggak pil penggugur janin, korban diminta oleh Er menjual cincin emasnya dan  diajak menuju apotek. Setelah membeli obat, Mawar mendengar jika pramuniaga apotek mengatakan jika setelah menelan obat tersebut akan terjadi pendarahan. Dari apotek, korban dibawa Er ke Air Terjun Kamumu. Di lokasi itu korban yang sempat menolak menenggak pil tersebut dipaksa Er dengan cara membuka mulut korban dan memasukkan dua butir pil hingga tertelan oleh korban.

Setelah pil tertelan korebanb, Er sempat memukul perut korban beberapa kali lataran korban tak kunjung mengalami pendarahan. Pelaku juga mengingatkan korban agar tidak memberitahu orangtuanya jika mengalami pendarahan di rumahnya.    

“Bahkan waktu motornya lewat jalan jelek dibuat tambah kencang agar perut saya berguncang dan keguguran,” terangnya.

Tak hanya pil penggugur kandungan, korban juga pernah diminta mengkonsumsi salah satu minuman energi, ragi, bawang putih, nanas hingga tapai. Bahkan, Er mengancam akan kabur jika memang korban hamil dan memberitahukan pada orangtuanya.

"Sudah macam-macam yang saya minum, apa yang dia suruh saya lakukan karena saya tidak berani dengan dia (Er, red),” kata Mawar.

Sementara ayah korban menuturkan curiga melihat anaknya yang berlarian sambil menangis. Mulanya ia menyangka jika anaknya diperkosa. Bak petir di siang bolong, dia sangat terkejut saat anaknya mengaku sudah hamil.

“Saya tahu 5 bulan setelah saya bawa ke bidan, karena Selasa itu anak saya merasa perutnya perih dan panas usai minum obat guguran itu,” terangnya.

Ia dan keluarga Er sempat berniat menikahkan keduanya. Dalam pembicaraan keluarga, Er menginginkan pernikahan tersebut dilakukan secara siri dan Er hanya berkewajiban menafkahi korban hingga sang bayi lahir. Bahkan keluarga Er mengatakan dari keterangan Er sewaktu kali pertama berhubungan intim, korban sudah tak perawan lagi.

Kedua keluarga sempat menyepakati pernikahan Kamis (27/2), hanya saja keluarga Er menolak memberikan bantuan uang pernikahan yang rencananya akan dilakukan secara adat dan mengundang beberapa tokoh masyarakat. Merasa keluarga Er tidak serius menikahi anaknya, keluarga Mawar membatalkan rencna pernikahan itu, memilih menempuh jalur hukum melaporkan Er ke polisi.

“Sekarang biarlah masalah ini berjalan di jalur hukum, karena sudah saya serahkan ke polisi,” pungkas ayah korban (nama sengaja tak disebut) yang nampak terpukul dengan kejadian itu.(qia)

Sumber: RB
Comments
1 Comments

1 komentar: